Sabtu, 28 Januari 2012

Penyakit Diabetes Mellitus

BAB I
PENDAHULUAN



1.1      Latar belakang
Diabetes mellitus atau yang biasa disebut kencing manis, tentu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Diabetes Mellitus kini telah menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia didunia, termasuk anda.

Diabetes mellitus atau yang biasa disebut kencing manis ini tidak hanya merupakan penyakit keturunan, melainkan penyakit yang sebenarnya dikarenakan pola makan yang kurang teratur dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis – manis, yang nantinya akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh kita.

Meningkatnya prevalensi diabetes mellitus dibeberapa negara berkembang, akibat peningkatan kemakmuran dinegara bersangkutan, akhir – akhir ini banyak disoroti. Peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan gaya hidup terutama dikota – kota besar, menyebabkan pravalensi penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi,hiperlipedemia, diabetes dan lain – lain. Tetapi data epiodemiologi dinegara berkembang memang masih belum banyak. Oleh karena itu angka prevalensi yang dapat ditelusuri terutama berasal dari negara maju. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan sifat kronis yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.



1.2         Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka yang akan jadi pokok permasalahannya, yaitu:
1.     Apakah penyebab dan tipe dari Diabetes Mellitus?
2.    Apakah gejala dari Diabetes Mellitus?
3.    Siapa sajakah yang berisiko terkena Diabetes Mellitus?
4.    Bagaimanakah komplikasi dari Diabetes Mellitus?
5.    apakah pencegahan dari Diabetes Mellitus?
6.    Apakah pengobatan dari Diabetes Mellitus?



1.3         Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam membuat makalah ini, yaitu:
1.     Untuk mengetahui penyebab dan tipe dari Diabetes Mellitus.
2.    Untuk mengetahui gajala dari diabetes mellitus.
3.    Untuk mengetahui siapa saja yang berisiko terkena Diabetes Mellitus.
4.    Untuk mngetahui komplikasi dari diabetes mellitus.
5.    Untuk mengetahui pencegahan dari diabetes mellitus.
6.     Untuk mengetahui pengobatab dari diabetes mellitus.
1.4         Manfaat
1.4.1      Bagi Penulis
Lewat penulisan makalah ini penulis mendapatkan pengetahuan, baik dalam penulisan makalah, maupun isi dan tujuan dari penulisan makalah ini, seperti “apa itu Diabetes Mellitus”.


1.4.2     Bagi Pembaca
Adapun manfaat yang dirasakan oleh pembaca antara lain:
1.      Memperkaya pengetahuan pembaca mengenai Diabetes   mellitus
2.    Memberitahukan pembaca tentang penyakit Diabetes mellitus.



1.5         Sistematika


Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi



BAB I
 PENDAHULUAN

1.1      Latar belakang

1.2     Masalah
1.3     Tujuan
1.4     Manfaat
1.4.1      Bagi penulis
1.4.2     Bagi pembaca
1.5     Sistematika


BAB II
 LANDASAN TEORI
2.1     Pengertian Diabetes Mellitus



BAB III
 METODOLOGI

        Populasi dan Sampel
              Populasi
                Sampel
Teknik Pengambilan Data
                    Kepustakaan
BAB IV
 PEMBAHASAN

4.1     Apakah penyebab dan tipe diabetes mellitus?
4.2    Apakah gejala dari diabetes mellitus?
4.3    Siapa saja yang berisiko terkena diabetes mellitus?
4.4    Bagaimana komplikasi dari diabetes mellitus?
4.5    Apakah pencegahan dari Diabetes Mellitus?
4.6    Apakah pengobatan untuk diabetes mellitus?





BAB V
 PENUTUP

5.1     kesimpulan dan saran
5.1.1   Kesimpulan
5.1.2  Saran

LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA


BAB II
LANDASAN TEORI


          Diabetes mellitus atau yang biasa disebut kencing manis ini, kini telah menjadi ancaman bagi umat manusia didunia ini, termasuk anda. Tahun 2003 telah diperkirakan 194 juta jiwa atau 5,1% dari 3,3 milyar penduduk dunia usia 20-79 tahun telah menderita diabetes mellitus. dan tahun 2005 diperkirakan akan meningkat menjadi 333 juta jiwa.

          Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak atau kurang mampu mengolah glukosa (gula) dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh. Pada kondisi normal makanan yang kita konsumsi akan masuk ke dalam saluran pencernaan untuk diuraikan menjadi zat – zat gizi yang dapat diserap tubuh, diantaranya menjadi glukosa (gula). Kemudian glukosa akan masuk kedalam darah untuk disalurkan ke dalam sel – sel tubuh. Agar glukosa dapat diserap oleh sel – sel tubuh maka diperlukan  bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Hormon insulin ini membantu sel – sel tubuh untuk meyerap glukosa dan menggunakannya sebagai sumber energi. Apabila jumlah produksi hormon insulin kurang atau mengalami penurunan fungsi maka sel – sel tubuh tidak dapat menyerap glukosa secara optimal sehingga glukosa menumpuk didalam darah. Dalam kondisi inilah yang disebut diabetes mellitus.

*      Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar gula sederhana (glukosa) didalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
*      Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
*      Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative. Glukosa yang berlebihan itu akan dikeluarkan bersama air kencing. (Prof. DR.dr Tjokropprawiro)
*      Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan berkembang menjadi komplikasi mekrovaskuler, mikrovaskuler, dan neurologis. (Barbara C. Long)
*      Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem mempunyai karakteristis hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. (Brunner dan Sudart)
*      Diabetes mellitus adalah keadaan hyperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan secara bersama –sama, mempunyai karakteristik hyperglikemia kronis tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol. (WHO)
*      Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. (Suyono,2002)








BAB III
METODOLOGI

3.1     Populasi dan Sampel
3.1.1      Populasi
Populasi adalah sekolompok benda, orang atau hal yang menjadi sumber dalam pengambilan sampel, suatu kumpulan yang memenuhi syarat tertentu yang berhubungan dengan masalah penilitian. Maksud dalam hal ini penulis mengambil populasi yaitu semua penderita diabetes.

3.1.2     Sampel
Sampel adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukan suatu kelompok yang lebih kecil. Jadi, sampelnya yaitu penderita diabetes d R.S.UMUM


3.2    Teknik Pengambilan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penilitian ini, penulis menggunakan teknik pemgumpulan data sebagai berikut:

3.2.1     Perpustakaan
Perpustakaan adalah study dengan cara mencari data atau keterangan dengan mempelajari teori – teori dari berbagai sumber yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa buku atau literatur, majalah, artikel, internet, dll yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.







BAB IV
PEMBAHASAN

4.1         Penyebab dan Tipe Diabetes Mellitus
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.

Ada 2 tipe Diabetes Mellitus, yaitu :
1.     Diabetes mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada insulin).
2.    Diabetes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin).


Diabetes Mellitus tipe 1
Diabetes Mellitus tipe 2
  1. Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.





  1. Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak – anak dan remaja.

  1. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak – kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecendrungan genetik.
  2. 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.
  1. Pankreas tetap menghasilakan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentu kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.

  1. Bisa terjadi pada anak – anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun.

  1. Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas. Dimana sekitar 80 – 90% penderita mengalami obesitas.






  1. Diabetes mellitus tipe 2 juga cenderung diturunkan secara genetik dalam keluarga.



Penyebab diabetes lainnya adalah :
ü  Kadar kortikosteroid yang tinggi
ü  Kehamilan diabetes gestasional, akan hilang setelah melahirkan.
ü  Obat – obatan yang dapat merusak pankreas
ü  Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin
4.2        Gejala dari Diabetes Mellitus
Tiga serangkai yang klsik tentang gejala diabetes mellitus yaitu :
§  Poliuri atau sering buang air kecil
Gejala ini merupakan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine (air kencing). Jika kadarnya lebih tinggi lagi maka jumlag urine (air kencing) dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita akan sering buang air kecil yang bias disebut poliuri.

§  Polidipsi atau mudah haus
Karena banyaknya jumlah air yang dikeluarkan maka tubuh akan kekurangan cairan sehingga penderita akan merasakan haus yang berlebihan yang biasa disebut dengan polidipsi.

§  Polifagi
Karena sebagian besar glukosa yang merupakan sumber energi jaringan tidak masuk ke dalam sel, maka sel akan kekurangan energi. Sel yang kekurangan energi ini akan memberikan signal ke otak yang akan diteruskan ke lambung dalam bentuk respon mudah lapar. Karena itulah maka pada penderita diabetes mellitus akan muncul gejala mudah lapar dan banyak makan yang biasa disebut polifagi.

Gejala lainnya dalah :
o   Pandangan kabur
o   Pusing
o   Mual
o   Berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga
o   Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
o   Lemah lesu
o   Mudah lelah
o   Kesemutan pada jari tangan dan kaki
o   Luka susah sembuh, dsb.


4.3        Yang berisiko terkena Diabetes Mellitus
Orang yang berisiko terkena diabetes mellitus adalah :
Ø  Memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengidap diabetes
Ø  Usia 45 tahun atau lebih
Ø  Kegemukan
Ø  Pola makan yang tidak sehat (suka makanan tinggi lemak, gula, kurang sayur dan buah)
Ø  Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir kebih dari 4 kg.




4.4        Komplikasi dari Diabetes Mellitus
Komplikasi diabetes mellitus dapat muncul secara akut dan secara kronik, yaitu timbul beberapa bulan atau beberap tahun sesudah mengidap diabetes mellitus.


4.4.1     Komplikasi Akut Diabetes Mellitus
Dua komplikasi akut yang paling penting adalah reaksi hipoglikemia dan koma diabetik.

4.4.1.1     Reaksi Hipoglikemia
   Reaksi hipoglikemia dalah gejala yang timbul akibat  tubuh kekurangan glukosa, dengan tanda – tanda  rasa lapar, gemetar, keringat dingin, pusing, dan sebagainya. Penderita koma hipoglikemik harus segera dibawa kerumah sakit karena perlu mendapat suntikan glukosa 40% dan infuse glukosa. Diabetesi yang mengalami reaksi hipoglikemik (masih sadr), atau koma hipoglikemik, biasanya disebabkan oleh obat anti- diabetes yang diminum dengan dosis terlalu tinggi, atau penderita terlambat makan, biasanya juga karena latihan fisik yang berlebihan.




4.4.1.2    Koma Diabetik
Berlawanan dengan koma hipoglikemik, koma diabetik ini timbul karena kadar darah dalam tubuh terlalu tinggi, dan biasanya lebih dari 600 ml/dL. Gejala koma diabetik yang sering timbul adalah :
v  Nafsu makan menurun (biasanya diabetesi mempunyai nafsu makan yang tinggi)
v  Minum banyak, kencing banyak
v  Kemudian disusul rasa mual, muntah,napas penderita menjadi cepat dan dalam, serta berbau aseton.
v  Sering disertai panas badan karena biasanya ada infeksi dan penderita koma diabetik harus segera di bawa ke rumah sakit.


4.4.2    Komplikasi Kronis Diabetes Mellitus
Bila penderita lengah, komplikasi diabetes mellitus dapat menyerang seluruh alat tubuh. Sebaliknya komplikasi tersebut tidak akan muncul jika perawatan diabetes mellitus dilaksanakan dengan tertib dan teratur.






Tabel Komplikasi Kronis Diabetes Mellitus

Orang/ jaringan yang terkena
Yang terkadi
komplikasi





Pembuluh Darah
Plak eterosklerotik terbentuk dan menyumbat arteri berukuran besar atau sedng di jantung, otak, tungkai dan penis. Dinding pembuluh darah kecil mengalami kerusakan sehingga pembuluh tidak dapat mentransfer oksigen secara normal dan mengalami kebocoran.
Sirkulasi yang jelek menyebabkan pembuluh luka yang jelek dan mampu menyebabkan penyakit jantung, stroke, impotent kaki dan tangan, impoten dan infeksi.

Gigi dan gusi
Kerusakan jaringan periodentium yang mengikat gigi
Gigi mudah goyang bahkan lepas, gigi sering sekali bengkak, mudah mengalami infeksi, dan kadang – kadang bernanah.

Telinga
Urat saraf pada pendengaran mudah rusak
Terlinga sering berdenging, lama – kelamaan pendengaran akan merosot bahkan dapat menjadi tuli sebelah, ataupun tuli kedua telinganya.

Mata
Terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil retina
Gangguan penglihatan dan pada akhirnya bisa terjadi kebutaan.


Ginjal
·      Penebalan pembuluh darah ginjal
·      Protein bocor kedalam kemih
·      Darah tidak disaring secara normal



Fungsi ginjal yang buruk gagal ginjal


Saraf

Kerusakan saraf karena glukosa tidak dimetabolisir secara normal dan karena aliran darah berkurang.
o   Kelemahan tungkai yang terjadi secara tib a – tiba atau secara perlahan
o   Berkurangnya rasa, kesemutan dan nyeri ditangan dan kaki
o   Kerusakan saraf menahun.




Sistem saraf
otonom


Kerusakan pada saraf yang mengendalikan tekanan darah dan saluran pencernaan
§  Tekanan darah yang naik turun
§  Kesulitan menelan dan perubahan fungsi pencernaan disertai serangan diare.


Kulit
Berkurangnya aliran darah ke kulit dan hilangnya rasa yang menyebabkan cedera berulang
*      Luka, infeksi dalam (ulkus diabetikum)
*      Penyembuhan luka yang jelek.

Darah
Gangguan fungsi sel darah putih
Mudah terkena infeksi, terutama infeksi saluran kemih dan kulit.


Jaringan ikat
Gluka tidak dimetabolisir secara normal sehingga jaringan menebal atau berkontraksi
Sindroma terowongan karpal kontraktur dupuytren.







4.5        Pencegahan Diabetes mellitus
          Untuk mencegah atau memperlambat timbulnya komplikasi – komplikasi ini, adalah penting :
ü  Mencaga agar kadar gula (glukosa) dalam darah tetap normal
ü  Tidak merokok
ü  Berolahraga secara teratur
ü  Memakan makanan yang seimbang, kadar lemak yang rendah, kadar garam yang rendah, dan kadar serat yang tinggi (komplek karbohidrat).

4.6        Pengobatan terhadap Diabetes Mellitus
     Tujuan utama dari pengobatan diabetes mellitus adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar – benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadi komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang.

4.6.1     Terapi sulih insulin
Pemberian insulin hanya dapat dilakukan suntikan, insulin di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per – oral (ditelan). Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penilitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya. Insulin disuntikan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya dilengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil  agar tidak terasa terlalu nyeri.



4.6.2    Obat – obat Hipoglikemik per – oral
Obat hipoglikemik per – oral biasanya diberikan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 jika diet dan olah raga gagal menurunkan kadar gula darah secara adekuat. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2 – 3 kali pemberian. Jika obat hipoglikemik per – oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberkan suntikan insulin.



4.6.3    Pemantuan pengobatan
Pemantuan kadar gula darah merupakan bagian yang penting dari pengobatan diabetes. Adanya glukosa bisa diketahui dari air kemih, tetapi pemeriksaan air kemih bukan merupakan cara yang baik untuk memantau pengobatan atau menyesuaikan dosis pengobatan. Saat kini kadar gula darah dapat diukur sendiri dengan mudah oleh penderita dirumah. Penderita diabetes harus mencatat kadar mereka dan mudah melaporkan kepada dokter agar dosis insulin atau obat hipoglikemik dapat disesuaikan.

BAB V
PENUTUP

5.1         Kesimpulan dan Saran
5.1.1      Kesimpulan
Diabetes mellitus adalah suatu sindroma yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah disebabkan oleh karena adanya kelainan pada sel beta pulau langerhans kelanjar pankreas. Pada diabetes mellitus tipe 1 terdapat kerusakan pada sel beta akibat reaksi otoimun, sedangkan pada diabetes mellitus tipe 2 kadar glukosa darah meningkat karena adanya resistensi insulin akibat gaya hidup yang salah. Bila diremehkan, komplikasi penyakit diabetes mellitus dapat menyerang seluruh anggota tubuh.


5.1.2     Saran
          Jika kita mengetahui apakah sebenarnya penyakit diabetes mellitus itu, dan kemudian merawatnya dengan baik, semua komplikasi tersebut akan tertunda atau batal pemunculannya. Kalau diabetesi sudah terlanjur mengidap komplikasi, perawatan dan pengobatan yang tertib dan baik akan dapat mencegah  kelanjutan komplikasi – komplikasi tersebut.


          Karena itu penyakit diabetes mellitus sebenarnya dapat memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) kepada penderita. Ini berarti bila daibetesi banyak melanggar, ia akan mendapatkan hukuman berupa komplikasi dikemudian hari. Sebaliknya, jika diabetesi tertib merawat penyakitnya dengan baik, komplikasi penyakit tidak, atau sulit muncul dan merupakan hadiahnya. Oleh karena itu, kepada manusia diabetesi dihimbau agar dapat :

Ø  Memerangi diabetes mellitus dengan cara mencegah dan merawatnya sedini mungkin sebelum timbul komplikasi dan
Ø  Memerangi diabetes mellitus yang sudah menunjukan komplikasi dengan cara mengobatinya dengan baik dan teratur agar komplikasi berhenti sampai disitu saja dan tidak berkelanjutan.




DAFTAR PUSTAKA



1)    Soegondo S, dr,. dkk, edotor 2007. Pelaksanaa Diabetes Mellitus Terpadu. Cetakan 6. Balai penerbit FKUI. Jakarta
2)   Tjokroprawiro A,
Prof. DR.
dr. SpPD-KEMD. 2006. Diabetes, The Sillent killer.