Sabtu, 28 Januari 2012

ArtikeL tentang DARAH

Teori tentang Darah

                Darah adalah cairan yang terdapat pada makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirim zat – zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan – bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- yang berasal dari bahasa yunani haimayang berarti darah. Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lain untuk menunjang kehidupan, oleh pompaan jantung, darah beredar mengangkut zat – zat makanan dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Darah juga merupakan cairan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, dengan komponennya berupa sel darah, dan plasma darah yang dapat melarutkan enzim, mineral, hormone, lemak dan air.
Komposisi darah terdiri daripada beberapa jenis, darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah ( cairan darah) dan 45% sel – sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4-5 liter.
Sel – sel darah terdiri dari :
Ø  Sel Darah Merah atau eritrosit
Sel darah merah atau eritrosit tidak mempunyai nucleus sel ataupun organela, sel darah merah mengandung hemoglobin dab mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan sel darah merah akan menderita penyakit anemia.

                _gambar.1.1 erittrosit atau sel darah merah_

Ø  Keping – keping darah atau trombosit
Keping – keeping darah atau trombosit berfungsi dan bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

                _gambar.1.2 trombosit atau keping – keping darah_





Ø  Sel darah putih atau leukosit
Sel darah putih atau leukosit bartanggung jawab terhadap system imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda – benda yang dianggap berbahaya oleh tubuh, misalnya virus atau bakteri. Leukosit bersifat tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukemia.

               
                                _gambar.1.3. Leukosit atau sel darah putih_

Fungsi Darah
Fungsi darah pada tubuh manusia :
1.       Alat pengangkut air dan menyebarkan ke seluruh tubuh
2.       Alat pengangkut oksigen dan menyebarkan ke seluruh tubuh
3.       Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkan ke seluruh tubuh
4.       Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat eksresi
5.       Alat pengangkut getah hormone dari kelanjar buntu
6.       Menjaga suhu temperatur tubuh
7.       Menjegah infeksi dengan sel darah putih, antibody dan sel darah beku
8.       Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.
Fungsi – fungsi darah akan terhambat ketika terjadi gangguan, selain beberapa fungsi yang telah disebutkan, darah juga berperan dalam membersihkan sisa hasil metabolism yaitu dengan mengangkutnya menuju ke ginjal (filter zat – zat dari darah dibutuhkan tubuh). Selanjutnya, ginjal akan mengeluarkan zat kotor yang berasal dari darah tadi melalui air seni. Dengan demikian, zat – zat yang tidak berguna tersebut tidak diedarkan kembali oleh darah ke seluruh tubuh dan terlindungi dari zat – zat yang sifatnya beracun.

Golongan Darah
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
  • merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama A.
               

Tidak ada komentar: